Search

Showing posts with label BACAAN. Show all posts
Showing posts with label BACAAN. Show all posts
2:51 PM

Ilmu Membaca Buku

written by febrio

Segala puja dan puji hanya bagi Alloh semata, Pemilik segala Keindahan, pemilik segala Kelembutan, dan Maha Rohman Maha Rohim-Nya mendahului hampir semua Kalam-Nya.
Sebagian yang sudah kuperoleh dari-Nya, akan aku sampaikan pada kalian semua.

Diawali dengan Firman-Nya,
"Walau ana mafil ardhi min sajarotim aqlawawu wal bahru yamuduhu mimba'dihi sababtu abkurima nafidzat kalimatulloh innaloha azizun hakim"

"Seandainya seluruh pohon-pohon di bumi dijadikan pena dan tujuh samudra dijadikan tintanya, dan ditambah tujuh kali lipat lagi untuk menuliskan kalimat-kalimat Alloh, atau untuk menuliskan ilmu-ilmu Alloh, maka tidak akan selesai ilmu Alloh untuk ditulis, Sesungguhnya Alloh Maha Perkasa dan Maha Bijaksana"

Alloh adalah Dzat Ilmu, ilmu-Nya meliputi langit dan Bumi,
Keutamaan ilmu mungkin tidak perlu aku sampaikan dalam tulisan yang sedikit ini.

Sudah sama-sama kita fahami, bahwa ilmu-ilmu Alloh sebagian kecil sudah dituliskan oleh sebagian kecil orang yang ada di muka bumi.

Mengingat sebagai sarana penggalian ilmu adalah melalui catatan-catatan atau buku-buku itu, maka perlulah kiranya, diketahui tentang beberapa hal yang berpengaruh disekitarnya.

I. Maksud dan Tujuan dari si pengarang
II. Macam-macam isi dari Buku.
III. Latar Belakang pengarang
IV. Macam-macam kedalaman dari isi.

Kumulai bahasanku dengan mengungkap yang pertama.

I. Maksud dan Tujuan dari si pengarang.

Sebelum pengarang menulis suatu hal di dalam tulisannya, atau di dalam suatu buku, perlulah kita sadari berbagai maksud dan tujuan dari si pengarang.

Diantaranya adalah :

1. Maksud dan Tujuan dalam hal Politik
Seandainya pengarang suatu buku memiliki maksud dan tujuan dalam hal politik.
Bisa untuk memasukkan suatu faham politik, suatu ideologi politik, dll.
Bisa juga untuk menyerang lawan-lawan politiknya
Bisa juga untuk meningkatkan performance pengarang di dalam kancah politik.
Contoh: Biografi Suharto.

2. Maksud dan tujuan Pengarang dalam hal Ekonomi.
Seandainya Maksud dan Tujuan Pengarang menulis suatu buku dengan tujuan meningkatkan ekonomi dirinya atau tujuan Bisnis semata, atau tujuan Komersial.
Di sini, kadang impian-impian dari manusia menjadi satu ciri, menjadi satu hal yang secara halus maupun jelas dieksploitasi di dalam isi buku untuk menarik minat dari pembacanya.
Contoh: Beberapa buku Mujarobat.

3. Maksud dan Tujuan Pengarang dalam hal Budaya.
Seandainya Maksud dan Tujuan Pengarang di dalam menulis suatu buku adalah dalam rangka memasukkan suatu kebudayaan pada pembacanya.
Entah itu memasukkan budaya Timur, Budaya Barat, Budaya Komunis, Budaya dll,dll,dll.
Hampir mirip dengan Maksud dan Tujuan Pengarang dalam hal Politik, maka dalam hal Budaya ini, pengarang mungkin juga memiliki maksud dan Tujuan untuk memasukkan suatu faham Budaya tertentu, yang kadang akan dilanjutkan dengan suatu tindakan yang real dalam memasyarakatkan budaya tersebut.
Contoh: Das Kapital karya Marxis.

4. Maksud dan Tujuan Pengarang tidak terkonsentrasi karena menulis hanya disebabkan karena kesenangan belaka.
Di sini, biasanya, tidak ada maksud-maksud secara spesifik dari penulis tentang sesuatu, hanya karena penulis atau pengarang memiliki hobi atau kesenangan di dalam menulis, maka ditulislah satu buku.
Contoh: Beberapa cerita fiksi.

5. Maksud dan Tujuan penulis Semata-mata ingin menyampaikan ilmu yang diketahuinya.
Di dalam buku yang penulis atau pengarangnya semata-mata menyampaikan ilmu yang diketahuinya ini, tidak ada suatu Maksud dan Tujuan tertentu sebagaimana hal di atas.
Tidak ada maksud untuk tujuan politik, tidak ada maksud di masalah Ekonomi, tidak ada maksud di masalah Budaya, tidak ada maksud hanya untuk kesenangan penulis belaka, melainkan karena terdorong untuk menyampaikan ilmu yang dimilikinya, maka penulis mengarang atau menulis suatu buku.
Contoh: Ihya Ulumudin karya Imam Ghozali.

6. Maksud dan Tujuan penulis atau pengarang Buku adalah untuk Menyesatkan Logika.
Perlu dipahami, bahwa setiap buku yang kita baca, pastilah secara hukum alam, akan kita serap melalui otak, yang berarti isi dari buku itu kita serap berdasarkan logika kita.
Dan untuk buku-buku dengan tujuan menyesatkan logika ini, sangatlah berbahaya untuk dibaca bagi orang-orang yang logikanya kurang kuat.
Karena secara halus, tidak kita sadari, akan ada penyimpangan-penyimpangan di dalam logika kita nantinya setelah membaca buku ini.
Contoh: MADILOG karya Tan Malaka. Wedharan Wirid jilid III.
(bersambung)
ILMU MEMBACA BUKU [2]

II. Macam-macam Isi dari Buku.
Isi dari buku, bisa kita kategorikan dalam beberapa klasifikasi:
1. Fiksi.
Jika suatu buku, semata-mata adalah hasil Imajinasi , hasil fantasi dari si pengarang.
Contoh: Novel-novel.

2. Fiksi sejarah, Fiksi Ilmiah, Fiksi yang digabung dengan kenyataan.
Jika suatu buku merupakan gabungan dari fantasi si pengarang dan kenyataan baikpun itu kenyataan dalam bidang sejarah, dalam bidang ilmiah, dalam bidang keagamaan atau yang lainnya.
Contoh: karya-karya Kho Ping Hoo

3. Keilmuwan, yang bisa dibagi dua, Keilmuwan dibidang Sosial, Keilmuwan dibidang Pengetahuan Alam.
Buku di bidang keilmuwan di bidang Sosial termasuk di dalamnya tentang ilmu-ilmu filosofi Sosial, ilmu-ilmu pelajaran sosial, dll.
Buku-buku di bidang Pengetahuan Alam termasuk di dalamnya tentang filosofi ilmu Alam, ilmu-ilmu pelajaran bidang ilmu Alam, seperti Fisika, Kimia, Biologi, dll.
Contoh: Beberapa Buku-buku pelajaran yang kita terima dari pendidikan formal.

4. Agama.
Buku-buku di bidang Agama ini, sebanyak agama yang ada di dunia, baikpun itu Kitab suci yang ada, maupun penjelasan atau pengertian-pengertian atau tafsir-tafsir dari praktek keagamaan.
Dalam masalah keagamaan ini, Kitab Suci saya masukkan di dalam kategori Buku atau Kitab, karena sama-sama kita maklumi bahwa Kitab Sucipun setelah ditulis, tulisan atau kitab itu merupakan hasil karya manusia, meskipun isinya diyakini berasal dari sang Pencipta.
Contoh: Banyak....

II. Latar Belakang Pengarang.
Latar Belakang Pengarang ini, bisa kita bedakan dari
1. Bidang keilmuwan yang dikuasainya.
Misalkan saja, seorang Dr. Hewan menulis suatu buku tentang kejiwaan seseorang, maka kita bisa mengatakan bahwa buku itu tidak ditulis oleh ahlinya.
Contoh: Buku,Mengenal Jati Diri Manusia, karya salah seorang lulusan Teknik ITB.

2. Proses Pencarian dari si Pengarang.
Contoh di atas akan menjadi berbeda misalkan, meskipun seorang Dr.Hewan, tetapi secara otodidak, atau dia telah mempelajari ilmu kejiwaan melalui jalur informal yang dapat dipercaya, maka buku tentang kejiwaan yang ditulis oleh Dr.Hewan itu bolehlah kita bilang bahwa itu ditulis oleh orang yang ahli dibidang kejiwaan pula.
Contoh: Kitab tahafut al falasifah karya Imam Ghozali, Imam Ghozali secara keilmuwan formal bukanlah lulusan perguruan tinggi jurusan Filsafat, tetapi beliau otodidak menulis tentang filsafat.
Atau Bukunya Dibawah Bendera Revolusi karya Ir Sukarno, beliau lulusan teknik, tetapi otodidak ahli dibidang politik.

III. Macam-macam Kedalaman dari Isi.
Dilihat dari kedalaman, bisa kita kategorikan dalam beberapa bagian.
1. Suatu buku tentang sesuatu yang ditulis oleh ahlinya dan semata-mata untuk menyampaikan ilmu yang diketahuinya, menduduki peringkat awal sebagai buku yang isinya bisa kita pelajari secara serius.
Contoh: kitab Minhajul Abidin karya Imam Ghozali.

2. Tetapi, suatu buku yang isinya ditulis karena tujuan dan Maksud tertentu yang itu bukan dimaksudkan untuk menyampaikan ilmu, maka isinya tidak bisa kita pelajari, ataupun kita teliti ataupun kita analisa secara serius.
Baikpun itu karena ada maksud dan tujuan masalah politik misalnya, ataupun karena ada maksud dan tujuan masalah Ekonomi, atau Budaya, ataupun kesenangan belaka, buku-buku seperti ini sebaiknya dibaca sambil lalu saja, karena sedikit sekali ilmu yang bisa kita ambil dari buku-buku yang dilandasi maksud dan tujuan demikian.
Contoh: Banyak...

Di sinilah, akan kita lanjutkan dengan membahas kedalaman dari buku-buku yang memang dengan maksud dan tujuan karena semata-mata menyampaikan ilmu yang diketahuinya.

Maka perhatikanlah beberapa hal seandainya engkau membaca buku-buku seperti ini.
1. Siapakah pengarangnya ??
Nama kadang bisa saja sama, tetapi orangnya berlainan, yang berarti pemikirannya akan berlainan pula.
Contoh: penulis atau pengarang terkenal, ada Imam Ghozali, ada Imam al-Ghozali, yang ternyata adalah dua orang yang berbeda.
Penulis Imam Suhrawardi, ternyata yang memiliki nama ini ada 2 orang ( setahu saya )

2. Bagaimanakah bidang keilmuwannya ??
Apakah bisa kita kategorikan pengarangnya adalah ahlinya dari sudut formal pendidikan pengarangnya, ataukah ahlinya karena proses nonformal dari pendidikan pengarangnya, ataukah yang menulis buku itu bisa dikategorikan bukan ahlinya.

Contoh: Dari latar belakang pengarang, biasanya kita tahu bahwa seseorang itu expert atau tidak dalam masalah yang ditulisnya.

3. Saat buku itu ditulis, bagaimanakah bidang keilmuwan pengarangnya ??
Apakah dia sudah bisa dikategorikan benar-benar ahli, ataukah masih dalam proses sebagai ahli, atau masih ½ ahli atau masih ¼ ahli, dll.
Contoh: Banyak karya ibnu Taimiyah yang membahas tentang tasawuf, padahal waktu buku itu ditulis, beliau belum pernah mendalami tasawuf.
Hal ini berbeda, setelah di akhir hayatnya, beliau saat di dalam penjara, kemudian beliau mendalami tasawuf, dan kemudian menulis kitab tentang tasawuf.
Contoh lain: Buku-buku karya Imam Ghozali, bedakan saat beliau masih menjadi rektor atau guru besar satu pendidikan tinggi (sebelum beliau mendalami tasawuf) dan sesudah beliau mendalami tasawuf).
Saat kita ingin memahami ilmu tasawuf, maka carilah buku-buku Imam Ghozali saat beliau sudah mendalami tasawuf, dan jangan buku karangan beliau saat beliau belum mendalami tasawuf.

4. Apakah itu kategori buku-buku yang isinya adalah ilmu yang sederhana ???
Semua lapisan bisa memahami untuk isi buku yang demikian, baikpun itu untuk pembaca tingkat pendidikan rendah, maupun kalangan umum lainnya.
Contoh: kitab-kitab Fiqih, Ushuludin, dll.

5. Apakah itu kategori buku-buku yang isinya adalah ilmu menengah ???
Sebagian orang bisa memahami sebagian tidak.
Contoh: Kasful Mahjub karya AL Hujwiri, Awarif al Ma'arif karya Imam Suhrawardi, Risalah al Qusyoiri karya Imam al Qusyoiri.

6. Ataukah kategori buku-buku yang isinya adalah ilmu yang rumit-rumit ???
Bisa diistilahkan merupakan ilmu lanjutan, yang memerlukan pembaca juga seorang yang minimal sudah memiliki dasar keilmuwan yang sama atau memiliki dasar pemahaman yang dapat menangkap isi dari buku ini.
Contoh: Daqoikul Akbar, Futuhat al Makiyah karya Imam Arobi, Musyawarah Burung karya Fariduddin attar, Tahafut al falasifah karya Imam Ghozali,
Durun nafis karya Muhammad Syech al Banjari. Martabat tujuh karya Syeh Muhyiddin, menyoal "Wahdatul Wujud" karya Abdurrauf Singkel, dll.

Khusus untuk buku-buku yang rumit ini, ada baiknya, meskipun rasa ingin tahu anda besar, ada baiknya anda memiliki pembimbing di dalam memahami buku-buku yang rumit itu.

Karena buku-buku yang rumit-rumit ini dapat menyebabkan Akal Pikir kita tidak mampu menerima, yang justru hanya akan mendapatkan kebingungan-kebingungan atau malahan bahayanya apabila ada kesalah pahaman di dalam masalah iktiqod yang ternyata yang kita pahami salah atau tidak sesuai dengan maksud si pengarang buku.

Dengan memahami beberapa hal di atas, dimaksudkan di dalam membaca suatu kitab, kita tidak "Menyama ratakan", atau "nggebyah uyah", sehingga diharapkan dapat menempatkan segala sesuatu pada tempatnya..

Moga-moga Alloh melimpahkan rohmat berkat serta hidayahnya pada kita semua dan semoga apa yang saya tulis ini membawa manfaat bagi kita semua dan dipahami sebagaimana mestinya

2:03 PM

Opens Door Of Liver

Opens Door Of Liver

A group of man which is just dies gets self they are standing queues in front of eternity/the beyond spandrels. While Bess awaiting justice Allah, they start interrogates is thyself about behavior of they are in world.

'' Did I become old fellow who is good?'' '' Do I successfully reach thing withing in life me?'' '' Am my having religious service diligent along the length of night?'' '' Do I enough donations to poor fakir?'' And, when finally they reach scoundrel, all the souls is confronted [by] only by one questions, '' How big you formerly loves?''

Loves others is stepping is first from covering ground to come into myself. Journey into myself of course do not easy. Many people surrenders when has just started it. Everyday workload often becomes reason. But, causative actually non that. Problem actually is door of our liver closed, even is locked. This makes ear we do not hear and eye we do not see. We will never can start journey before finding the key, be '' love and affection.''

Without existence of love at humanity, door of spandrels towards inmost awareness will never open. Big religions in world actually has unique message: affection. Even, God always described as The Enamoured and The Most Humane. With different language of all religions always tells: '' Swankily others! You has not believed before can love others as you to love yourself myself.''

Statement is upper is really awful! This really explains that progress measure of your spiritual are not at how diligent of you is having religious service to God. Essenes believing in is not determined by the many my ruthenium's and scud which you does, but at how big you loves others. Learning loves is life target spiritual.

One of practical way to develop position of love love is by starting conscious of grief. Aware of grief - don't know that is our own grief or others grief - will make liver we to soften.

Let us starts with a story. In a SD a teacher asks to its(the pupils, '' Who this breakfast has?'' About as of pupil pair pass makes gestures. The teacher then enquires to children that is is not makes gestures, '' Why all of you not breakfast?'' Some of replying do not have time to since have already overdue. Partly again tells had not fee led hungry, and or do not like breakfast presented.

All giving answer as of tone except one child's. '' Because,'' its(the reply, '' Now non my innings.'' '' Non your innings?'' question of the teacher. '' Does your intention?'' '' In family we are there are four child's,'' he said, '' But, father do not have enough moneys to buy food so that every body breakfast can every day. We must be in rotation and today non my innings.''

Does you feel when reading this story? What also your feeling reads news about Hereunto ( 12 years) almost dies sticking neck into nooses in its(the house. He is hopeless because its(the old fellow not able to give money for its(the school duty. Though money asked by it RP only 2500!

People like this at around us. But, sometime we cannot see it because eye we are closed. Actually is closed is our liver eye. This can happened because liver we fulfilled by our own ego and importance. We are too much laughing and stirring interacts with people is having Pu it. This makes liver we are closed.

To implement love gives we need to start by loving our myself, then people closest we. Sees them with your liver. Isn't it true your old fellow are man that is volunteer sacrifices its(the life for you? Isn't it true your couple are man who has chosen delivers its(the life to you? Isn't it true your children hardly admires you and is longing for togetherness with you? Isn't it true your assistant are pauper who devoted its(the life to serve you? Always extends by observing people around you. They were all has each grief and challenge.

a wise have ever told, '' When you sees your myself doesn't differ in from others, when you feels does they feel, then who can you hurt?'' This is way is growing love. We all is same in consequence doesn't have ever assessed people from appearance of its(the physical. Body is not our self actually but only merely ' hook ' from soul. Soul that is Essenes man who real.

But, feels has just is love start. Love that is actually shall be realized by giving a talk on something to.

Create : Mr. Rio

10:38 AM

The science better than possession

He science better than possession. Science takes care of you and you to take care of possession. The science punishment ( judge) and possession is punished. The less possession if expended but science to increase if expended.
- Saidina Ali bin Abi Talib
Someone value as according to its(the intention rate, its(the integrity as according to its(the humanity rate, its(the bravery as according to its(the rejection rate to devilment and chastity of its(the conscience as according to its(the sensitivity rate to self honour - Khalifah Ali bin Abi Talib
Man is having on the brain effect [of] something decision or action, until if(when s(he will not become man which dare - Khalifah Ali bin Abi Talib
Man who is sensible is man is liking receives and asks advice - Saidina Umar bin Al-khatab
Whomever who clear of its(the heart, will be improve;repaired God also at real in its(the face. - Saidina Umar bin Al-khatab
People who likes saying honestly gets three things, trust, love, and respect. - Saidina Ali bin Abi Thalib

There is no kindness for discussion except with deed.
There is no kindness for possession except with philanthropy.
There is no kindness for friend except with faithfulness.
There is no kindness for alms except nifty which candid.
There is no kindness for life except health and security and safety.

- Al-ahnaf bin Qais
Hatim Azzahid says : 4 case that is unknown its(the rate but by 4 case
1) Unknown young of its(the rate but by old fellow
2) Prosperity ( peacefulness) unknown its(the rate but by man who hit army
3) Unknown health of its(the rate but by man who is ill
4) Unknown life of its(the rate but by man who has died

Life likes your liver, in fact you surely died. Loves whosoever which you to think much of, in fact you will surely apart with his(its. Does any kind of which you to desire, in fact you will obtain its(the reciprocation. And remembers that with the difficulty always will arise hobby - Ibnu Abbas
Three kinds of except to unknown three kinds:
1. Man who unknown is patient except when fulminating.
2. Man which dare to unknown except when war
3. unknown you except when hungering ( there is importance)
- Luqman Al-Hakim


Create By : Rio